Jumat, 18 Agustus 2017

Daftar Bimbel Siaga 123 tahun 2017 Dibuka

Bimbel siaga 123 tahun ajaran baru 2017/2018 dibuka kembali. Kelas yang dibuka:

Kelas : Calistung untuk usia 5 tahun keatas
Kelas : Bermain untuk usia di bawah 5 tahun
Kelas : mengaji (free/bebas biaya) setiap jam 4 sore untuk umum, hari senin dan rabu

Biaya untuk angkatan 2017 ini Rp.100rb. Kelas dibatasi maks. 5 orang


Bimbel calistung di bimbel siaga 123 ini cukup murah karena kami belum mengadakan baju seragam ataupun tas. Dan durasi belajar 40 - 60 menit. Ini dilakukan secara efektif, padat namun berkualitas, sehingga anak tidak terlalu lelah ataupun bosan.

Belajar di bimbel siaga 123 sangat menyenangkan. Disini sangat memperhatikan perkembangan anak sehingga anak yang memang belum siap untuk belajar membaca maka akan kami latih untuk memiliki kemampuan dasar membaca, menulis dan berhitung. kemampuan dasar ini akan kami ajarkan degnan cara yang menyenangkan.

Untuk anak yang memang belum matang dalam kemampuan membaca namun biasanya orangtua sudah terlalu ingin anaknya pandai membaca maka kami tidak memberikan modul. Sebagai gantinya akan kami beri tugas-tugas yang memang disesuaikan dengan perkembangan anak. Sehingga setiap anak akan berbeda dalam tugasnya.

Anak yang belajar di bimbel siaga 123 ini tidak hanya anak nya saja yang pandai namun orang tuanya juga pandai. Beberapa trik untuk anak belajar di rumah akan kami beri tahukan kepada orang tua. Seperti melatih keseimbangan otak kiri kanan anak, melatih kemampuan dasar menulis membaca, mempersiapkan motorik anak untuk menulis, menangani kedisiplinan anak dan yang lainnya berhubungan dengan pengasuhan anak atau parenting.

Di bimbel siaga 123 ini bila ada anak yang memang membutuhkan bantuan seperti anak berkebutuhan khusus, anak dengan ptsd,autis, anak dengan masalah belajar disekolah maka kami akan merekomendasikan untuk di analisis dengan  psikolog dan konselor pendidikan selain juga belajar di bimbel. Di bimbel siaga 123 sudah ada konselor pendidikan sehingga bagi siswa yang membutuhkan bantuan dapat mudah terlayani. Untuk layanan konsultasi ke psikolog biasanya kami akan arahkan ke psikolog UI.

Lebih lanjut silahkan hubungi kami di:

Alamat :

Jl. Siaga II A no 50A Pejaten Barat Kec. Ps.Minggu Jakarta Selatan

Telp / wa : 0858 11 7878 57 {leli}



Sabtu, 28 Januari 2017

Anak tidak mau potong rambut - ada trik sukses

Beberapa anak di bimbel kami ada yang tidak mau potong rambut atau cukur rambut. Setiap di suruh tuk potong rambut mereka menolak dan menggeleng.Anak tidak mau potong rambut pasti ada alasannya, coba  deh tuk cari tau. Di bimbel kami, curhat oRangtuanya sampai bingung sendiri karena anaknya tidak mau potong rambut, bahkan meminta saya tuk mengantar ke tukang cukur  rambut agar   mereka sukses pangkas rambut. (Aih,,, tugas kami cuma dikelas dong,,,) Tidak ingin mengecewakan mereka, kami jelaskan bahwa kami bisa bantu memotivasi agar anak mau potong rambut.

menggunakan kata cukur rambut sebagai ganti potong rambut
 Biasanya kita selalu meminta anak dengann kalimat  " ade,, rambutnya dipotong ya,,, dah panjang tuh , ,, nanti ade di kasih hadiah deh,,"
NAh,,, kata-kata potong rambut kesannya kekerasaan banget tuh,, klo dipotongkan sakit?? mungkin itulah yang ada dibenak anak. Karena itulah ganti degnan kalimat cukur rambut.
Memang sih,, kata cukur rambut identik dengan pangkas rambut anak laki, tapi kebanyakan yang bermasalah dalam hal potong rambut ini memang anak laki. Jika anak anak perempuan juga bermasalah coba aja dulu kalimat cukur rambut.

Bermain pura-pura dan tahan,, tahan,,
Sambil diselingi dengan kalimat motivasi cukur rambut, kita bisa bermain pura-pura. Klo anak perempuan paling suka tuh,, main salon-salonan. Nah,, klo anak laki, baru mulai pura-pura aja, malah ada yang langs
ung menolak. Nah untuk itu ada tahapannya:
level awal: bercanda dengan anak tangan membentuk gunting (telunjuk dan jari tengah) pura-puralah menguntung rambutnya. beberapa kali aja dulu, sambil tes anak, mungkin memang ada anak yang geli an,, jadi dia enggan cukur rambut.
Level kedua: pura-pura gunting di area yang mereka tidak suka seperti di dekat telinga. Ini sambil bercanda ya,,, terus motivasi anak " aih,, geli ya,, nah... ini tahan... tahan..".
Level ketiga: perkenalkan prosedur cukur rambut. Misal pura-pura pakai kainnya. Sambil jelaskan " ayo ,, pakai kain dulu, biar bajunya gak kena rambut" . " ade,, mo model apa cukur nya,,, mo dibotakin ya???" ajarkan anak tuk menjawabnya misal " cukur yang ganteng, kayak pembalap" atau " yang cantik kayak princess".
Ini semua dilakukan sambil bercanda disela senggang waktu.

Bercerita mau di cukur
Untuk penjelasan yang satu ini agak ribet klo dideskripsikan, tapi akan saya coba ya,, klo belum jelas juga tunggu di versi videonya.
Di bimbel, selain baca tulis, kami juga adakan bercerita untuk motivasi. Salahsatunya agar anak berani potong rambut. Caranya kami menggambar sketsa jalanan. Contoh ilustrasinya sbb:
" nah,, ini rumah ade,, (gambar rumhnya) kata bunda: ade,, hari ini cukur ya,, biar ganteng, tuh rambut ade,, panjang " ( sambil gambat bunda dan si anak dengan rambut yang gondrong)

"dijalan ada pohon gak,,, ( sianak akan jawab ada,- gambar pohon) )
'terus,, jalan,, eh.. ketemu warung. ( gambar warungnya) --biarkan anak memberitahu anda apa yang ada dilingkungannya. anda tinggal gambar saja, tidak perlu bagus dan mirip. Biasanya mereka akan mengarahkan ada rumah teman-teman mereka.

"ade,, klo setelah cukur kita makan eskrim mau tidak?? "

" eh,, sampe deh di tukang cukur/salon. Ada apa ayo,,, di dalam tukang cukur:" mereka kan menjawab guntuing, kaca kursi dlll (gambar semuanya dalam satu kotak)
" tukang cukurnya tanya: ade mo cukur model apa??" ( biasanya mereka akan menjawab seperti yang diajarkan sebelumnya"
Bermain pura-pura cukur sebentar
"Wah,, ganteng bangeet,,, tuh,, betulkan habis cukur jadi ganteng?

"trus pulng deh,, eh ada tukang eskrim dan somay ( gambar gerobak wskrim dan somay)
" ayo tadi kata bunda klo sudah cukur mo hadiah apa??" ( mereka pasti menjawab eskrim krn masih ingat arahan sebelumnya. gambar tuh,, bunda, abang eskrim dan si anak plus eskrimnya.
" tanyalagi mau dua ato satu" (klo dijawab dua,, gambar aja plus dua eskrim)

Gambarkan pula orang terdekat dengan si anak. Misal si anak akrab degnan om nya.
"eh,, depan warung ketemu om
" kata om: wah,, ade ganteng banget,, baru cukur ya,,,"
(gambar deh si om, bunda dan si anak yang sudah tentu rambutnya digambar rapih ya,, berbeda dengan gambar sebelumnya.

Cerita ini biasanya bukan cuma sekali, tapi berkali-kali. Berdasarkan pengalaman meskipun si anak sudah berhasil potong rambut, mereka benar-benar menyukai cerita ini dan meminta berkali-kali untuk diceritakan kembali.

ok deh selamat mencoba ya,,,

Sabtu, 21 Januari 2017

Bila Anak Tidak Kenal Warna - Buta Warna

Anal usia 3 tahun, anak usia 4 tahun, belum kenal warna? Jika si anak ditanya ini warna apa?? lalu mereka salah menjawab. Anak diperintahkan untuk ambil bola berwarna merah tapi yang diambil warna biru?1@@? Anak ini tidak kenal warna kah,, buta warnakah,,

Nah,, yang dapat mengatakan  anak terkena buta warna bukanlah orangtua, guru. Kita hanya bisa menduga saja. Nah,, dari dugaan itu kita coba dulu anak kita untuk belajar warna dasar secara intensif. tapi bila memang hasilnya masih mengecewakan barulah kita ke dokter. Nah ,, dokter inilah yang akan memberikan tes  kepada anak kita. dan dengarkan hasilnya, ikuti arahan dokter demi kebaikan anak.

Menemukan anak yang tidak kenal warna
Pernah bimbel siga123 menemukan anak yang jika ditanya atau dintruksikan warna tertentu pasti si sanak selalu salah. Memang anak ini masih balita, jadi perlu dilihat kondisi anak ini secara menyeluruh. Dari daya tangkap sianak, tingkat fokus saat dibimbel, tingkat keegoisannya. Secara menyeluruh kita lihat.

Ada anak yang memang sangat suka pink, dari kamar tidur, baju dan pernak pernik semua pink. Jadi setiap ditanya ia lebih suka jawab pink.

Bila  Setelah kita latih secara intensif dalam mengenalkan warna ternyata hasilnya juga kurang memuaskan. Terkadang cuma satu warna yang benar, dilain hari ia lupa warna tersebut.

Kemudian kami mundurkan tingkatan mengenal warna menjadi mengklasifikasikan warna tanpa menyebut nama. Dan hasilnya ia berhasil .

Cara sederhana belajar warna pada tahap awal
Secara konkret,, sianak belajar sambil bermain. Kami berikan lego, mula-mula sih 5 warna berbeda merah, kuning, hijau, merah, ungu. Untuk diletakkkan dalam wadah-wadah yang disediakan. Kita beri contoh satu piece di masing-masing wadah. Lalu intruksikan: " ade,,, bantu bu guru beresin lego dong,, Letakkan seperti bu guru ya,,". Bila ia belum berhasil,, turunkan level dari 5 warna menjadi 4 dst.

Kalau si anak hanya mampu 3 warna berbeda, perhatikan kembali perbedaan warna yang disajikan. Apkah memang warna2 mirip ( misal merrah, biru, ungu)?? hingga tingkat kelsulitan tinggi. Kalau demikian turunkan levelnya menjadi 3 warna yang sangat berbeda. Misal merah, biru, kuning (warna dasar).

Bila dari klasifikasi saja sudah sering salah, maka cobalah temui dokter mata. Ikuti arahan dari dokter,,

Sabtu, 14 Januari 2017

Bimbingan PTK - karya ilmiah guru - manajemen sekolah

Bimbingan PTK,, PTK apa sih?? PTK itu memang hanya tenar dikelangan pendidikan terutama oleh para guru-guru. PTK merupakan singkatan dari Penelitian Tindakan Kelas. Nah,, untuk pengertian peningkatan penelitan Tindakan kelas itu sendiri akan kita bahas lain waktu. Klo secara singkatnya sih,, PTK itu merupakan sebuah penelitian yang dilakukan oleh guru secara sederhana mengenai sebuah tindakan yang di lakukan di kelas untuk pengkatan kualitas pendidikan yang kemudian dilaporkan atau ditulis mulai dari teori yang mendasari tindakan itu kemudian pelaksanaan tindakan itu hingga hasil. Berdasarkan pengalaman membuat PTK, saya katakan sederhana karena disini tidak memerlukan pengujian data, untuk itu perlu adanya dukungan dokumen-dokumen yang dapat mendukung dalam pembuktian hasil.

Bimbingan penelitian tindakan kelas 
Baru-baru ini, bimbel Siaga123 mendapatkan klien tidak hanya anak-anak dan orangtua saja. Guru dan sekolah juga mulai senang konsultasi pendidikan di bimbel ini. Tanpa saya sadari ternyata saya telah buka kelas baru yaitu kelas konsultasi pendidikan. Mungkin karena basic ilmu saya S1 manajemen pendidikan dan sedang menyelesaikan pendidikan S2 sehingga mereka nyaman untuk sharing masalah-masalah.

Secara tak sengaja, ada rekan guru yang curhat bahwa PTK yang ada ternyata sangat berantakan sehingga perlu dibuat ulang. Setelah saya dengarkan keluh kesahnya, ternyata memanglah sebuah karya itu memang harus di buat sungguh-sungguh dan dilaksanakan dengan ikhlas sesuai prosedur tidak loncat-loncat. Saya lihat antara RPP, tindakan dan evaluasi kurang sinkron.

Setelah dicermati bersama dengan yang bersangkutan, ternyara ia malas membuat RPP, sehingga ia gunakan RPP tahun lalu cuma diganti tahun. Ia pikir hanya butuh evaluasi saja karena lebih melihat terhadap peningkatan hasil belajar.

Saya bercerita, akan seorang pengawas senior  yang berkata kepada saya bahwa membuat RPP itu mudah, apa yang akan dilakukan saat dikelas nanti pasti sudah terpikirrkan oleh kita, tinggal tulis. Tulis tangan dan sederhana saja itu sudah disebut RPP.
Juga seorang dosen senior menasehati saya, meskipun sekarang jaman internet dan semua serba mudah namun untuk penelitian tetap harus kita ikuti prosedurnya.

Guru tersebut mengatakan pada saya, kebetutlan ia senior saya, ia juga menasehati saya: bahwa perkataan pengawas dan dosen tsbbenar, ia juga meminta saya untuk membantunya dalam penyusunan kembali PTKdan memberikan masukan-masukan.

Curhat konsultasi manajemen sekolah
Klien saya yang lain datang dari sebuah sekolah, mulanya diawali perbincangan sederhana saat kami bertemu di acara resepsi pernikahan. Ternyata berlanjut menjadi pembicaraan yang serius. Permasalahannya adalah masalah yang biasa terjadi pada sekolah yang sudah tua dan masih terkendala dengan pihak yayasan.

Saya katakan urusan kesejahteraaan guru biasanya kebijakan itu berasal dari yayasan perlu komunikasi yang baik dengan yayasan. Dan guru pun jangan menuntut banyak bila ternyata yayaysan sangant banyak kontribusinya dalam penyelenggaraan sekolah. Artinya dana dari yayasan besar untuk menutupi operasional sekolah sehingga insentif guru menjadi berkurang. Perlu pembiacaraan lebih lanjut dengan yayasan dalam rangka peningkatan kesejahteraan guru, banyak cara untuk itu seperti perbaikan manaejemen sekolah; mencari donatur. dan banyak yang perlu dilihat baik dari itu dari sisi sekolah dan yayasan.

JUga masalah dengan tingkat profesional guru yang dirasa masih kurang, sehingga ada keinginan untuk segera memecatnya. Saya katakan untuk memecat guru tidaklah sembarangan, semua ada prosedurnya. Dan biasanya urusan pemecatan guru dan pengangkatan guru datang dari yayasan. Perlu ditelusuri pula bagaimana tingkat kesalahan guru tersebut? bagaimana guru tersebut bisa diterima disekolah tersebut? Apakah dari sekolah sudah memberikan teguran dan saran-saran perbaikan?
Karena untuk   tahu keadaan "dapur" sekolah yang sebenar-benarnya itu sangatlah sulit (kecuali sekolah itu memang benar-benar bertindak terbuka demi peningkatan) saat itu saya sarankan sementara untuk perbaikan kualitas lulusan sekolah dan komunikasi yang baik dengan yayasan. Berapa jumlah yang lulus?berapa jumlah yang diterima dinegeri? nilai akhir siswa yang lulus?

Artinya dengan peningkatan kualitas lulusan berarti ada peningkatan kinerja guru dan sekolah sehingga sekolah dan guru berhak mendapatkan peningkatan kesejahteraan sebagai akibat dari hasil kinerja guru yang berhasil meingkatkan kuantitas dan kualitas lulusan.

Memang sungguh sulit bila sekolah ingin maju. ORang-orang sering bilang ayo tingkatkan kualitas.Tapi Kualitas apa saja?? Paling tidak kita telusuri 8 standar pendidikan. Tetapkan visi misi, perhatikan lingkungan sekitar. Sebab sekolah itu berada dalam lingkungan. Kita harus melihat semua faktor-faktor yang dapat mempengaruhi sekolah sebagai sistem. Bukan sebagai hal yang terpisah-pisah.

Bimbel Siaga123-konsultasi anak orang tua-Parenting

Bimbel siaga 123 tidak hanya sekedar bimbingan belajar saja. Di bimbel ini tidak hanya mencerdaskan anak saja tapi juga para orangtuanya. Kami tidak segan memberi arahan dalam memberikan stimulasi yang cocok untuk anak saat di rumah. Terkadang yang bikin lama adalah bukan waktu bibel anak, tapi orangtua yang ingn bertanya lebih lanjut mengenai perkembangan anak.

Bebarapa anak unik juga pernah kami bimbing:
Menemukan anak yang dibesarkan dengan dwibahasa sehingga dia sulit membaca dan mengikuti pelajaran di sekolah. Ini bukan karena dia bodoh, kami pun lihat dari respon respon si anak dari soal-soal teka-teki anak: kemampuan dasar hitung; kemampuan dasar warna, dan mereka bisa jawab dengan baik. LAlu kami coba lihat perkembangan akan keseimbangan otak kiri dan kanan. Lihat komunikasinya , Fisik juga dilihat.

Kami juga pernah menemukan anak yang ternyata mata minus sejak kecil. Inilah penyebab ia belum bisa baca. dan ini mengakibatkan tipe gaya belajar menjadi auditori. Dia lebih senang mendengar dan dihapal, kemudia di tes secara lisan. Ini sungguh tidak akan bisa mengikuti pembelajran di sekolah karena di sekolah biasa nya berupa tes tertulis. JAdi bukan berarti dia bodoh dan tidak tahu, tapi dia tidak bisa menuliskannya.

Penanganannya sangatlah unik, bahkan masing-masing anak dengan metode yang berbeda. Ada yang melalui bernyanyi dengan membaca lirik, ada yang berupa tulisan sederhana degnan huruf yang besar-besar disertai warna dan gambar. Ada yang ingin keteraturan seperti  belajar dari huruf, suku kata, kata baru kaliamat. Karena itulah kelas kami dibatasi maksimal 5 orang.

KAmi juga pernah mendapatkan anak yang sempat kami khawatirkan anak tersebut buta warna. Kami juga tahu kode etik bahwa yang mennetukan buta warna atau tidak hanyalah ahli seperti dokter. Jadi tiaandakan kami saat tahu anak belum kenal warna maka kami mengambil tindakan utnuk mengajrka klasifikasi warna terlebih dahulu.

Yang jadi kendala terkadang dari orangtuanya sendiri, mereka mengannggap perkembangan anak sangat lamban. Namun ini perlu dilaku kan sesuai kecepatan anak itu sendiri dan dilakukan dengan bertahap. Tidak bisa loncat. Kedepannya si anak itu sendiri akan belajar dengan sendirinya bahkan ada satu masa saat mereka senang bereksplorasi dan mereka akan belajar dengan cepat.

Kami juga pernah memiliki klien yang kami duga berkebutuhan khusus, dan si orangtua tidak menyadarinya. Sudah menjadi masnusiawi dari setiap orang tua, bahwa anakku normal bisa jalan, bisa bicara, bisa mendengar. Dugaan kami juga berdasarkan respon-respoon dari berbagai tugas yang kami berikan juga dilihat dari perilaku, cara bicara, fisik.

Namun seiring waktu, sambil si anak belajar, orang tuapun juga belajar. Kami hanya mengarahkan dan merekomendasikan untuk di periksa ke psikolog. Dan akhirnya memang tugas psikologlah yang memberi tahu bahwa si anak memang berkebutuhan khusus, tentunya setelah menjalani berbagaimacam tes. Dan orang tua pun mendapatkan arahan dari ahlinya.

Masih ada lagi anak unik laiinnya yang akan dibahas di postingan berikutnya