Bimbel siaga 123 tidak hanya sekedar bimbingan belajar saja. Di bimbel ini tidak hanya mencerdaskan anak saja tapi juga para orangtuanya. Kami tidak segan memberi arahan dalam memberikan stimulasi yang cocok untuk anak saat di rumah. Terkadang yang bikin lama adalah bukan waktu bibel anak, tapi orangtua yang ingn bertanya lebih lanjut mengenai perkembangan anak.
Bebarapa anak unik juga pernah kami bimbing:
Menemukan anak yang dibesarkan dengan dwibahasa sehingga dia sulit membaca dan mengikuti pelajaran di sekolah. Ini bukan karena dia bodoh, kami pun lihat dari respon respon si anak dari soal-soal teka-teki anak: kemampuan dasar hitung; kemampuan dasar warna, dan mereka bisa jawab dengan baik. LAlu kami coba lihat perkembangan akan keseimbangan otak kiri dan kanan. Lihat komunikasinya , Fisik juga dilihat.
Kami juga pernah menemukan anak yang ternyata mata minus sejak kecil. Inilah penyebab ia belum bisa baca. dan ini mengakibatkan tipe gaya belajar menjadi auditori. Dia lebih senang mendengar dan dihapal, kemudia di tes secara lisan. Ini sungguh tidak akan bisa mengikuti pembelajran di sekolah karena di sekolah biasa nya berupa tes tertulis. JAdi bukan berarti dia bodoh dan tidak tahu, tapi dia tidak bisa menuliskannya.
Penanganannya sangatlah unik, bahkan masing-masing anak dengan metode yang berbeda. Ada yang melalui bernyanyi dengan membaca lirik, ada yang berupa tulisan sederhana degnan huruf yang besar-besar disertai warna dan gambar. Ada yang ingin keteraturan seperti belajar dari huruf, suku kata, kata baru kaliamat. Karena itulah kelas kami dibatasi maksimal 5 orang.
KAmi juga pernah mendapatkan anak yang sempat kami khawatirkan anak tersebut buta warna. Kami juga tahu kode etik bahwa yang mennetukan buta warna atau tidak hanyalah ahli seperti dokter. Jadi tiaandakan kami saat tahu anak belum kenal warna maka kami mengambil tindakan utnuk mengajrka klasifikasi warna terlebih dahulu.
Yang jadi kendala terkadang dari orangtuanya sendiri, mereka mengannggap perkembangan anak sangat lamban. Namun ini perlu dilaku kan sesuai kecepatan anak itu sendiri dan dilakukan dengan bertahap. Tidak bisa loncat. Kedepannya si anak itu sendiri akan belajar dengan sendirinya bahkan ada satu masa saat mereka senang bereksplorasi dan mereka akan belajar dengan cepat.
Kami juga pernah memiliki klien yang kami duga berkebutuhan khusus, dan si orangtua tidak menyadarinya. Sudah menjadi masnusiawi dari setiap orang tua, bahwa anakku normal bisa jalan, bisa bicara, bisa mendengar. Dugaan kami juga berdasarkan respon-respoon dari berbagai tugas yang kami berikan juga dilihat dari perilaku, cara bicara, fisik.
Namun seiring waktu, sambil si anak belajar, orang tuapun juga belajar. Kami hanya mengarahkan dan merekomendasikan untuk di periksa ke psikolog. Dan akhirnya memang tugas psikologlah yang memberi tahu bahwa si anak memang berkebutuhan khusus, tentunya setelah menjalani berbagaimacam tes. Dan orang tua pun mendapatkan arahan dari ahlinya.
Masih ada lagi anak unik laiinnya yang akan dibahas di postingan berikutnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar