Sabtu, 28 Januari 2017

Anak tidak mau potong rambut - ada trik sukses

Beberapa anak di bimbel kami ada yang tidak mau potong rambut atau cukur rambut. Setiap di suruh tuk potong rambut mereka menolak dan menggeleng.Anak tidak mau potong rambut pasti ada alasannya, coba  deh tuk cari tau. Di bimbel kami, curhat oRangtuanya sampai bingung sendiri karena anaknya tidak mau potong rambut, bahkan meminta saya tuk mengantar ke tukang cukur  rambut agar   mereka sukses pangkas rambut. (Aih,,, tugas kami cuma dikelas dong,,,) Tidak ingin mengecewakan mereka, kami jelaskan bahwa kami bisa bantu memotivasi agar anak mau potong rambut.

menggunakan kata cukur rambut sebagai ganti potong rambut
 Biasanya kita selalu meminta anak dengann kalimat  " ade,, rambutnya dipotong ya,,, dah panjang tuh , ,, nanti ade di kasih hadiah deh,,"
NAh,,, kata-kata potong rambut kesannya kekerasaan banget tuh,, klo dipotongkan sakit?? mungkin itulah yang ada dibenak anak. Karena itulah ganti degnan kalimat cukur rambut.
Memang sih,, kata cukur rambut identik dengan pangkas rambut anak laki, tapi kebanyakan yang bermasalah dalam hal potong rambut ini memang anak laki. Jika anak anak perempuan juga bermasalah coba aja dulu kalimat cukur rambut.

Bermain pura-pura dan tahan,, tahan,,
Sambil diselingi dengan kalimat motivasi cukur rambut, kita bisa bermain pura-pura. Klo anak perempuan paling suka tuh,, main salon-salonan. Nah,, klo anak laki, baru mulai pura-pura aja, malah ada yang langs
ung menolak. Nah untuk itu ada tahapannya:
level awal: bercanda dengan anak tangan membentuk gunting (telunjuk dan jari tengah) pura-puralah menguntung rambutnya. beberapa kali aja dulu, sambil tes anak, mungkin memang ada anak yang geli an,, jadi dia enggan cukur rambut.
Level kedua: pura-pura gunting di area yang mereka tidak suka seperti di dekat telinga. Ini sambil bercanda ya,,, terus motivasi anak " aih,, geli ya,, nah... ini tahan... tahan..".
Level ketiga: perkenalkan prosedur cukur rambut. Misal pura-pura pakai kainnya. Sambil jelaskan " ayo ,, pakai kain dulu, biar bajunya gak kena rambut" . " ade,, mo model apa cukur nya,,, mo dibotakin ya???" ajarkan anak tuk menjawabnya misal " cukur yang ganteng, kayak pembalap" atau " yang cantik kayak princess".
Ini semua dilakukan sambil bercanda disela senggang waktu.

Bercerita mau di cukur
Untuk penjelasan yang satu ini agak ribet klo dideskripsikan, tapi akan saya coba ya,, klo belum jelas juga tunggu di versi videonya.
Di bimbel, selain baca tulis, kami juga adakan bercerita untuk motivasi. Salahsatunya agar anak berani potong rambut. Caranya kami menggambar sketsa jalanan. Contoh ilustrasinya sbb:
" nah,, ini rumah ade,, (gambar rumhnya) kata bunda: ade,, hari ini cukur ya,, biar ganteng, tuh rambut ade,, panjang " ( sambil gambat bunda dan si anak dengan rambut yang gondrong)

"dijalan ada pohon gak,,, ( sianak akan jawab ada,- gambar pohon) )
'terus,, jalan,, eh.. ketemu warung. ( gambar warungnya) --biarkan anak memberitahu anda apa yang ada dilingkungannya. anda tinggal gambar saja, tidak perlu bagus dan mirip. Biasanya mereka akan mengarahkan ada rumah teman-teman mereka.

"ade,, klo setelah cukur kita makan eskrim mau tidak?? "

" eh,, sampe deh di tukang cukur/salon. Ada apa ayo,,, di dalam tukang cukur:" mereka kan menjawab guntuing, kaca kursi dlll (gambar semuanya dalam satu kotak)
" tukang cukurnya tanya: ade mo cukur model apa??" ( biasanya mereka akan menjawab seperti yang diajarkan sebelumnya"
Bermain pura-pura cukur sebentar
"Wah,, ganteng bangeet,,, tuh,, betulkan habis cukur jadi ganteng?

"trus pulng deh,, eh ada tukang eskrim dan somay ( gambar gerobak wskrim dan somay)
" ayo tadi kata bunda klo sudah cukur mo hadiah apa??" ( mereka pasti menjawab eskrim krn masih ingat arahan sebelumnya. gambar tuh,, bunda, abang eskrim dan si anak plus eskrimnya.
" tanyalagi mau dua ato satu" (klo dijawab dua,, gambar aja plus dua eskrim)

Gambarkan pula orang terdekat dengan si anak. Misal si anak akrab degnan om nya.
"eh,, depan warung ketemu om
" kata om: wah,, ade ganteng banget,, baru cukur ya,,,"
(gambar deh si om, bunda dan si anak yang sudah tentu rambutnya digambar rapih ya,, berbeda dengan gambar sebelumnya.

Cerita ini biasanya bukan cuma sekali, tapi berkali-kali. Berdasarkan pengalaman meskipun si anak sudah berhasil potong rambut, mereka benar-benar menyukai cerita ini dan meminta berkali-kali untuk diceritakan kembali.

ok deh selamat mencoba ya,,,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar